Diskominfo Mitra Imbau Masyarakat Cerdas Menanggapi Berita Hoax

Made Alit

PEMKAB – Menyoroti soal berita bohong atau berita hoax yang bisa saja disampaikan di media sosial (Medsos), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Mitra Made Alit, Imbau masyarakat cerdas menanggapi.

Made mengatakan, berita hoax hanya akan mempersulit diri sendiri, sebab ada resiko hukum yang dialami berdasarkan Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008, sebagaimana diperbaharui dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016.

“Sebagai dinas yang memiliki tugas dan fungsi untuk melakukan imbauan, maka kami minta warga Mitra untuk tidak asal bicara di medsos, tanpa menelusurinya. Jangan sembarangan memberikan informasi ataupun penilaian, jika itu bukan fakta, atau hal yang tak bisa dipercai kebenarannya,” ujar Alit, belum lama ini.

Menurutnya, penggunaan medsos harusnya digunakan dengan hal-hal yang positif, bukan dengan memanfaatkan untuk menyebarkan berita bohong, atau mengungkap ujaran kebencian.

“Ini bahaya dan sungguh mengancam stabilitas dan kenyamanan kita. Tetapi lebih dari itu ada ancaman hukuman sesuai UU ITE pasal 28:2, dan pasal 45:2, yakni ancaman penjara sampai 6 tahun dan denda Rp1 Milyar bagi setiap warga jika memberikan informasi yang berbahaya yang memunculkan potensi konflik dan perpecahan. Untuk itu berkali-kali kami Diskominfo Mitra, beberapa tahun terakhir ini, meminta agar warga tak melakukan ujaran-ujaran yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Dan mari gunakan medsos dengan cerdas,” ungkap Alit.

Kalau untuk menjadikan medsos ajang untuk menyampaikan program dan gagasan untuk daerah, jelas Made, itu hal yang sangat baik dan akan disupport oleh pemkab.

“Mari warga Mitra kita sebarkan berita-berita yang membangun, seperti membantu kami Pemkab Mitra untuk meneruskan semua keberhasilan pemerintah ke warga. Ini yang sangat menarik dan baik. Mari kita jaga dan bangun Mitra kita ini. Karena jika daerah kita aman, dan jauh dari fitnah, maka kita semakin mencerminkan daerah yang sangat menghargai perbedaan dan kemajemukan, sebab perbedaan itu indah dan maknanya besar,” pungkas Made. (*).

Jadi yang Pertama Berkomentar